Fiksi vs Sains: 5 Novel Spaceman Terbaik Pilihan Ilmuwan

risingtideproject.org – Banyak orang mengira fiksi ilmiah hanya berisi imajinasi liar tanpa dasar. Akan tetapi, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar. Faktanya, beberapa penulis mendedikasikan waktu bertahun-tahun untuk melakukan riset fisika dan astronomi. Oleh karena itu, kami merangkum 5 novel spaceman terbaik yang tidak hanya seru, tetapi juga mendapatkan pujian dari para ilmuwan asli karena keakuratannya.

Jika Anda menyukai cerita yang masuk akal secara logika sains (hard sci-fi), maka daftar buku berikut ini wajib Anda baca.

1. The Martian (Andy Weir)

Pertama, kita harus membahas The Martian. Novel ini menjadi standar emas fiksi ilmiah modern. Andy Weir menulis kisah Mark Watney, seorang astronaut botani yang tertinggal di Mars, dengan sangat detail.

Bahkan, NASA sendiri memuji keakuratan teknis dalam buku ini. Weir memperhitungkan segalanya, mulai dari kalori kentang, produksi air dari bahan bakar roket, hingga mekanika orbit. Akibatnya, pembaca seolah sedang membaca logbook nyata, bukan sekadar fiksi.

2. Project Hail Mary (Andy Weir)

Selanjutnya, Andy Weir kembali masuk ke dalam daftar novel situs spaceman terbaik lewat karya terbarunya, Project Hail Mary. Berbeda dengan The Martian yang membumi, buku ini membahas perjalanan antarbintang.

Tokoh utamanya, Ryland Grace, bangun dari koma di pesawat luar angkasa tanpa ingatan. Kemudian, ia harus menggunakan prinsip-prinsip sains dasar untuk menyelamatkan matahari yang sekarat. Ilmuwan memuji cara Weir menggambarkan biologi alien dan fisika relativitas dengan cara yang sangat logis dan menghibur.

3. Seveneves (Neal Stephenson)

Di sisi lain, jika Anda menyukai skala cerita yang lebih masif, Neal Stephenson menawarkan Seveneves. Cerita bermula saat bulan tiba-tiba meledak tanpa alasan yang jelas. Konsekuensinya, umat manusia harus segera mengungsi ke luar angkasa sebelum puing-puing bulan menghancurkan Bumi.

Stephenson menggambarkan kehidupan di stasiun luar angkasa (ISS) dengan sangat realistis. Selain itu, ia menjelaskan tantangan mekanika orbital dan bahaya radiasi secara mendalam. Bill Gates bahkan merekomendasikan buku ini sebagai salah satu bacaan favoritnya karena detail teknisnya yang luar biasa.

4. Rendezvous with Rama (Arthur C. Clarke)

Tentu saja, kita tidak bisa melupakan klasik. Arthur C. Clarke menulis Rendezvous with Rama pada tahun 1973. Meskipun sudah tua, novel ini tetap relevan hingga sekarang.

Cerita berfokus pada sekelompok astronaut yang meneliti sebuah silinder raksasa misterius yang melintasi tata surya. Menariknya, Clarke tidak menghadirkan alien hijau yang jahat. Sebaliknya, ia mengajak pembaca memahami hukum fisika gravitasi buatan di dalam silinder yang berputar. Para fisikawan sering menjadikan buku ini rujukan tentang konsep habitat O’Neill.

5. Leviathan Wakes (James S.A. Corey)

Terakhir, seri The Expanse yang dimulai dengan Leviathan Wakes menawarkan pandangan politik tata surya yang realistis. Penulis menggambarkan bagaimana gravitasi mempengaruhi fisiologi manusia yang lahir di sabuk asteroid (Belters) dibandingkan dengan mereka yang lahir di Bumi.

Lebih lanjut, novel ini menghormati hukum inersia. Kapal tidak bisa berhenti mendadak tanpa membunuh awaknya karena gaya-G. Detail kecil inilah yang membuat Leviathan Wakes masuk dalam jajaran novel spaceman terbaik dekade ini.

Kesimpulan

Membaca fiksi ilmiah yang akurat memberikan kepuasan tersendiri. Jadi, Anda tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga wawasan baru tentang cara kerja alam semesta. Penulis-penulis di atas membuktikan bahwa sains nyata justru bisa membuat cerita menjadi lebih menegangkan.